Rektor Unhas Paparkan Aspek Sosiologis Pandemi Covid-19

oleh -65 views
Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA | Merahnews.com - Humas Unhas

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR– Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., menyampaikan pandangannya terkait Pandemi Covid-19 dalam perspektif sosiologi. Paparan ini disampaikan dalam launching buku “Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional”.

Prof Dwia menjelaskan bahwa Covid-19 merupakan salah satu fakta sosial yang tidak dapat dihindari. Hal ini terjadi karena permasalahan pandemi menghadirkan realisasi sosial yang didalamnya mempengaruhi proses sosial sampai menghadirkan pola tatanan baru yang dikenal sebagai era new normal.

“Dari aspek realitas sosial kita melihat dari tiga sudut pandang. Mikro yang mencakup lingkungan masyarakat termasuk didalamnya komunitas, keluarga dan individu. Untuk mezonya kita ukur dari implementasi kebijakan penanganan pemerintah. Sementara dari sudut pandang makro hal ini dianggap sebagai fenomena sosial yang melibatkan kebijakan dunia,” jelas Prof Dwia.

Dari perspektif sosiologis, penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia secara global. Hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan kolaborasi internasional guna menghasilkan satu program mitigasi pandemik.

Selain itu, dibutuhkan antisipasi agen global yang mampu menjadi free rider dan menggerakkan terjadinya proses kapital sosial antara seluruh komponen masyarakat.

“Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan menyamakan persepsi diantara unsur pemerintah dan masyarakat. Jangan sampai terjadi perbedaan cara pandang yang akan berdampak pada kebijakan. Sehingga, program yang tujuannya untuk membantu masyarakat ditengah krisis pandemi tidak dirasakan secara menyeluruh,” tutup Prof Dwia.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) berlangsung pukul 10.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom dan live streaming di kanal youtube Indef, Senin (13/07/2020).

Hadir sebagai keynote speaker Bahlil Lahadania (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal). Narasumber lainnya adalah Prof. Didin S. Damanhuri (FEM IPB/Pendiri Indef), Dr. Eany Sri Hartati (Ekonom Indef), Prof. Dr. Syamsul Arifin, M. Si., (Universitas Muhammadiyah Malang), Laura Nafika, Ph.D., (Universitas Airlangga), Prof. Yandra Arkeman (Institut Pertanian Bogor), Dr. M. Fadhil Hasan (Tim Ahli Wapres).

Peluncuran buku secara resmi dilakukan oleh Wakil Presiden RI, Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi hasil kolaborasi pemikiran dari kalangan akademisi maupun pelaku ekonomi yang telah menghadirkan satu sumber informasi terkait permasalahan bangsa saat ini.

“Pandemi global dengan segala dampaknya merupakan pengalaman baru bagi kita semua. Pemerintah sampai saat ini terus bekerja ekstra untuk mencari jalan keluar. Melakukan upaya perubahan dengan proses adaptasi lingkungan sangat diperlukan sebagai contoh bekerja dari rumah, rapat sampai pada aktivitas ekonomi dilakukan secara online,” jelas Prof Ma’ruf.

Pengaruh yang ditimbulkan dari adanya wabah mempengaruhi segala sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Sampai sekarang pemerintah telah melakukan berbagi upaya pencegahan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan.

Untuk buku yang berjudul Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional” merupakan kumpulan pemikiran dari 43 penulis. Rektor Unhas dan para pemikir ekonom serta cendekiawan yang berasal dari berbagai bidang ilmu lainnya merupakan kontributor.

Buku ini merupakan refleksi keresahan yang didalamnya menghadirkan rumusan masalah dan rekomendasi kebijakan.

Kegiatan yang dipandu oleh Eko B. Supriyanto (InfoBank) selaku moderator berlangsung lancar hingga berakhirnya acara pukul 13.00 Wita.MERAHNEWS.COM | MIR/MM