BPKH Salurkan Dana Miliaran Untuk Bantu Tenaga Medis RSPTN Unhas Hadapi Covid-19

oleh -14 views
Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan dana Rp. 2 Milliar untuk Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RDPTN Unhas), Selasa (5/5/2020). | Merahnewas.com- Humas Unhas

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR — Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan dana Rp. 2 Milliar untuk Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RDPTN Unhas). Dana ini dimaksudkan guna memenuhi keperluan para tenaga medis yang sampai saat ini menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Serah terima bantuan berlangsung pada Selasa (5/5/2020) di Posko Induk Satgas Covid-19 Pemprov Sulawesi Selatan. Bantuan yang diterima oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, turut disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Turut hadir pula Direktur RSPTN Unhas, Prof. Dr. dr. Syafri K. Arif, Sp.An, KIC, KAKV.

Dewan Pengawas BPKH, Hamid Paddu, menjelaskan bahwa bantuan dana ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan utamanya ventilator (alat bantu pernapasan) yang dibutuhkan dalam penanganan kasus pasien Covid-19.

“Kita bantu dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Wahidin dan Rumah Sakit Unhas. Tentu berkaitan masalah kesehatan untuk penanganan Covid-19,” Ujar Hamid.

Selain Rumah Sakit Unhas, pihak BPKH juga menyalurkan bantuan dana sebesar Rp. 1.1 Milliar bagi Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

Keberadaan alat ventilator di Rumah Sakit termasuk jarang. Kalaupun ada, ketersediaan alat ini sangat terbatas. Sementara akibat pandemi Covid-19, jumlah pasien yang membutuhkan alat ini melonjak. Sehingga, untuk mengantisipasi kelonjakan pasien, maka dibutuhkan alat kesehatan yang memadai.

Ventilator merupakan mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan seseorang. Melalui alat ini, pasien yang sulit bernapas sendiri akan dibantu untuk mendapatkan udara dan bernapas seperti orang normal lainnya.

Dengan bantuan dana ini, diharapkan dapat memenuhi dan memperkuat pelayanan kesehatan pada pasien khususnya bagi pasien penderita Covid-19. MERAHNEWS.COM | MIR/MM