Hari Raya Paskah 2020, Tenaga Medis yang Berjuang untuk COVID-19 Telah Mengamalkan Makna Paskah Sepenuhnya

oleh -14 views
Sekretarisn Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacky Manuputty. Merahnews.com | Humas BNPB/M. Arfari Dwiatmodjo. bnpb.go.id. Minggu (12/4/20).

MERAHNEWS.COM | JAKARTA – Hari Raya Paskah jatuh pada 12 April 2020. Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputty mengemukakan bahwa seluruh tenaga medis yang tengah berjuang untuk melayani pasien COVID-19 telah mengamalkan makna Paskah sepenuhnya.

Mengutip dari laman resmi bnpb.go.id Jacky mengatakan bahwa ia juga ingin menyapa semua saudara dokter dan paramedis yang tidak bisa merayakan Paskah bersama keluarga saat ini karena harus bersiap siaga di bangsal-bangsal isolasi. Hal ini ia sampaikan dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (12/4).

Jakcy berpesan kepada tenaga medis yang berhalangan unik merayakan Paskah karena bertugas untuk tetap kuat dan teguh. “Percayalah saudara-saudara sedang menjalani makna Paskah seutuhnya,” katanya.

Setelah Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan apresisasinya kepada Gereja dan umat Kristiani atas perayaan Paskah yang digelar secara sederhana sesuai anjuran Pemerintah dan protokol kesehatan, ditenga pandemic covid-19(11/4). Kali ini Jacky mengapresiasi peran jurnalis yang telah memberikan waktu ekstra bagi pelayanan informasi, edukasi dan literasi kepada masyarakat di tengah situasi pandemik COVID-19. “Melalui kesempatan ini saya menyampaikan selamat Paskah,” katanya.

PGI mengajak masyarakat untuk berperang menghadapi COVID-19 melalui upaya yang telah ditentukan pemerintah. Pencegahan di dalam situasi wabah adalah dengan melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik, Program masker untuk semua masyarakat selalu pakai masker apabila berada di tempat umum, menjaga jarak aman satu sampai dua meter saat berinteraksi dengan orang lain, tinggal di rumah, belajar dan bekerja dari rumah.

“Kita tidak mau pergi liburan yang terlibat di dalam kerumunan massa. Kali ini ibadah di rumah dan produktif di rumah lakukanlah semuanya dengan disiplin. Lindungi diri sendiri dan jadilah pelindung bagi semua orang,” pungkasnya. Merahnews.com | Zhafirah Amalia.