Rumah Adat Saoraja La Tenri Bali, Ikon Wisata Menarik Kabupaten Wajo

oleh -81 views
Rumah Adat Saoraja La Tenri Bali. Merahnews.com | triptrus.com

MERAHNEWS.COM | SENGKANG — Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki destinasi wisata yang beragam. Mulai dari wisata perairan, wisata alam hingga wisata budaya.

Jika berada di kota Sengkang, jangan lewatkan mampir di Kawasan Rumah Adat Atakkae. Di Kawasan perumahan ini terkumpul semua rumah-rumah adat tradisional dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wajo. Kawasan ini beralokasi di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, sekitar 3 kilometer sebelah Timur Kota Sengkang. Kawasan rumah adat ini dibangun pada tahun 1995 dan sampai sekarang masih bisa kita nikmati.

Jika dilihat dari sudut pandang arsitekturnya, Rumah adat Atakkae punya nilai arsitektur yang sangat mengagumkan. Seni bangunan tradisonal Rumah Adat Atakkae ini menggambarkan betapa megahnya masyarakat Wajo.

Adapun Rumah adat yang paling besar di kawasan budaya Atakkae disebut Rumah Adat Saoraja La Tenri Bali yang artinya Istana raja Latenri Bali. Rumah Adat ini memiliki desain bentuk paling besar dibandingkan dengan Rumah adat Atakkae lainnya. Rumah Adat Saoraja La Tenri Bali ini biasa juga disebut Rumah Adat 101 (bola Seratue) karena Rumah Adat ini ditopang oleh 101 buah tiang. Tiap tiangnya berdiameter 1,45 m dengan diameter 0,45 m. Rumah Saoraja La Tenri Bali ini memilki tinggi keseluruhan dari tanah hingga lotengnya 8,10 m, panjangnya 42,20 m, lebarnya 21 m dan tinggi bumbungannya adalah 15 meter.

Penamaan Rumah adat Sao Raja La Tenri Bali ini berasal dari bahasa Bugis. Sao Raja diartikan sebagai istana raja, sedangkan La Tenri Bali merupakan salah satu nama raja yang pernah memimpin Kerajaan Wajo. Masyarakat Wajo menyebut pemimpin Kerajaan Wajo dengan sebutan Arung Matoa. Jadi, Sao Raja La Tenri Bali adalah Istana Raja La Tenri Bali.

Arung Matoa yang pernah memimpin Kerajaan Wajo memiliki istana dan bentuk kekuasaan yang berbeda-beda. Para Arung Matoa memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah Sao Raja yang mereka miliki. Sao Raja La Tenri Bali inilah yang paling dikenal sebagai salah satu rumah adat dan menjadi ikon wisata Kabupaten Wajo.

Rumah adat Sao Raja La Tenri Bali terbilang unik. Bentuknya berupa rumah panggung yang bercirikan rumah adat Sulawesi Selatan pada umumnya. Namun yang membuatnya berbeda adalah ukurannya yang sangat besar. Jumlah tiang rumah panggung warga biasanya berkisar antara 12 hingga 20 buah tiang. Diameter dan bentuk tiangnya pun bervariasi. Sao Raja La Tenri Bali memiliki 101 buah tiang. Berat tiangnya pun fantastis, mencapai 2 ton per tiang.

Yang juga tidak kalah uniknya adalah bentuk tiang rumah yang bundar, tidak berbentuk segi empat sebagaimana rumah panggung pada umumnya. Diameter tiangnya pun sangat besar sehingga akan sulit mempertemukan kedua tangan ketika memeluk tiangnya.

Tempat ini biasanya digunakan Masyarakat setempat atau orang luar yang berkunjung untuk kegiatan Pameran, perkemahan, bersantai dan memanfaatkan foto latar rumah adat ini sebagai Foto Prewedding Pernikahan.

Untuk memasuki kawasan rumah adat atakkae ini pengunjung hanya perlu membayar 2.000 Rupiah saja dan mereka bisa puas menikmati tempat wisata ini. Merahnews.com | Nurhaliah