Bertentangan dengan Sistem Hukum Indonesia, Mahasiswa Menolak RUU Cipta Kerja

oleh -8 views
Seorang mahasiswa menyampaikan orasinya pada aksi demonstrasi Omnibus Law di depan Pintu Satu Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (10/03/2020) | Merahnews.com - Zhafirah Amalia

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR – Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja, dianggap tidak sesuai dengan Sistem Hukum Indonesia yang mengarah pada Sistem Hukum Civil Law oleh karena itu, mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Aliansi Unhas Bersatu melakukan aksi tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Pintu satu Unhas pada Selasa (10 /03/2020).

“Indonesia menganut Civil Law System. Civil Law itu mengarah ke Eropa, nah Omnibus Law ini merujuk negara Common Law di Amerika jadi berbeda,” terang Adesya Patulak, Mahasiswa Fakultas Hukum, Unhas.

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, Fakultas Hukum, Unhas (Adesya) mengatakan Omnibus Law pada negara Common Law menyelaraskan antara satu Undang-Undang dan yang lainnya. Omnibus Law diibaratkan berada dalam satu payung hukum tapi payung hukum itu selaras dan saling berkaitan. Di Indonesia, Undang-Undang berada di rezim yang berbeda-beda yang secara otomatis memiliki tujuan yang berbeda-beda pula, maka untuk disatukan hal tersebut dianggap tidak masuk akal.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan orasi dari salah satu mahasiswa Unhas, Selasa (10/03/2020) | Merahnews.com – Zhafirah Amalia

Mahasiswa tidak setuju dengan Pemerintah yang merasa Omnibus Law merupakan harmonisasi dan efisiensi. “Pemerintah bilang Omnibus Law ini bagus, ini harmonisasi, ini efisiensi. Nah, yang mananya harmonisasi kalau masing-masing Undang-Undang saling bertentangan, yang mananya efisiensi kalau semakin besar. Kalau tidak salah ada 69 Undang-Undang yang mau dia satukan,” jelas Adesya.

Aksi ini merupakan pra kondisi sehingga akan dilaksanakan aksi kembali pada waktu yang belum ditentukan. MERAHNEWS.COM | ZHAFIRAH AMALIA