Marsiyem, Sosok Guru Penyayang

oleh -129 views
Hari PGRI, Hari Guru, Marsiyem S.Pd, SMPN 12 Makassar, Dunia Pendidikan
Marsiyem S.Pd, salah satu guru senior di SMPN 12 Makassar yang dikenal sebagai sosok yang penyayang (24/11/2016) MERAHNEWS.COM - AFNI

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR – Marsiyem, begitulah panggilannya. Seorang pengajar senior di SMPN 12 Makassar. Perempuan yang sudah bergelut di dunia pendidikan selama 32 tahun ini berbagi cerita dengan reporter merahnews.com (24/11/2016)

Guru asal Banyuwangi ini menjelaskan tentang karirnya di dunia pendidikan. “sejak lulus kuliah pada tahun 1984, saya mulai menghonor di banyuwangi Jawa Timur, sambil menunggu SK keluar. Setelah saya memiliki SK, saya mulai mengajar di Bali selama 7 tahu kemudian  saya pindah ke Makassar dan mulai mengajar di sini” jelas marsiyem.

Namun, ada yang berbeda dari guru pemegang mata pelajaran fisika ini. Jika biasanya seorang guru akan memarahi siswanya yang tidak mengerjakan tugasnya, maka berbeda dengan marsiyem. Dia hanya menegur pelan murid tersebut lalu dengan senang hati membantu si murid menyelesaikan tugasnya. Benar – benar sosok seorang guru sejati.

Sosok guru yang dikenal dengan sifat penyayangnya ini juga membeberkan tentang rasa kecewanya terhadap kasus pemukulan guru terhadap seorang murid. Yang baru – baru ini marak diberitakan. “kejadian seperti itu sangat disayangkan ya.padahal mereka adalah penerus bangsa, tapi malah berbuat yang negatif” tambah marsiyem dengan logat jawa kental.

Meskipun menurutnya, kejadian pemukulan itu tidak lepas dari peran guru juga. “kejadian seperti itu juga tidak lepas dari peran guru sebagai pembantu pembentuk kepribadian murid. Apa yang guru ajarkan, itulah yang murid serap” tambahnya.

Berbicara mengenai kepribadian dan karakter murid, ibu dua anak ini menjelaskan tentang hal tersebut. “zaman sekarang, semakin digembor – gembornya pendidikan karakter, namun masih ada saja murid yang tidak mengindahkan hal tersebut. Nah, dari situlah saya merasa itu adalah tantangan terbesar seorang guru saat ini” jelasnya.

Pengajar dari SMPN 12 Makassar, Marsiyem S.Pd saat berbagi ceritanya seputar Guru bersama reporter Merahnews.com (24/11/2016) MERAHNEWS.COM – AFNI

“bagaimana membentuk karakter murid, saya menggunakan pendekatan personal. Biasanya ada murid yang berbuat buruk karena mereka ingin diperhatikan. Pendekatan personal itu sangat penting”

Menjawab pertanyaan mengenai motivasinya menjadi guru, marsiyem menjawabnya santai. “jiwa saya mungkin sudah tahu tujuannya, yaitu menjadi seorang pengajar”

“tujuan utama saya menjadi seorang pengajar bukanlah karena factor ekonomi, tapi saya ingin membagikan ilmu yang saya telah saya pelajari kepada generasi muda saat ini.

“andai saja ilmu itu seperti makanan yang bisa dibagi – bagi, maka saya akan membagikan semua yang saya miliki untuk semua siswa” jelasnya dengan bangga.

Marsiyem juga menjelaskan betapa bangganya dia berprofesi sebagai guru. “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” jelasnya. Perempuan yang hobi membaca buku juga mengungkapkan rasa bangganya jika mengetahui anak didiknya berhasil. “ada rasa bangga tersendiri jika mengetahui anak yang sudah saya didik itu berhasil” jelasnya sambil tersenyum.

Pengajar berusia 53 tahun ini juga mengungkapkan bahwa menjadi seorang guru berarti tidak pernah melakukan kesalahan. “guru bukanlah seorang malaikat. Mereka juga kadang salah. Namun, itulah manusia. Kita belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik”.

Dimata murid – murid SMPN 12 Makassar, marisiyem bukanlah guru fisika belaka, namun sosoknya dikenal sebagai guru paling penyanyang (berdasarkan survey kecil-kecilan yang dilakukan).

“bekerja, beribadah dan bersosialisasi dengan masyarakat dengan baik adalah motto hidup saya” tutup marisiyem sambil tersenyum. MERAHNEWS.COM | FIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.