KOMUNIKASI UNHAS MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT MELAKSANAKAN LITERASI MULTIKULTURAL PADA KOMUNITAS ETNIK KAMPUNG RAMA

oleh -0 views

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR – Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam kelompok Program Kemitraan Masyarakat “Literasi Multikultural Komunitas Etnik Kampung Rama Kecamatan Panakukang” kepada Masyarakat Kampung Rama, Panakukang, Sabtu (20/07/19).

Kegiatan ini dilakukan bersama oleh Dr. Tuti Bahfiarti, S. Sos M.Si, Dr. Jeanny Maria Fatimah, M.Si, Dr. Arianto, S.Sos. M.Si dan Dr. Muhammad Farid, M.Si. yang dihadiri 60 kelompok masyarakat yang mayoritas beretnik Toraja di sekitar Kampung Rama.

Ketua program PKM, Dr. Tuti Bahfiarti, S. Sos M.Si, mengatakan permasalahan mitra Komunitas Etnik Kampung Rama Kecamatan Panakukang adalah dominasi antara kelompok mayoritas dan minoritas yang menyebabkan komunitas tersebut harus dapat saling memahami antara perbedaan agama, nilai, kepercayaan, budaya dan adat istiadat dengan etnik yang berbeda, seperti Etnik Bugis dan Etnik Makassar.

Dalam acara tersebut didiskusikan pentingnya kerukunan antar etnik dalam masyarakat. Selain itu para peserta diskusi dan Focuss Group Discussion juga diajarkan literasi dan pendidikan multikultural yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap agenda demokratisasi dan nondiskriminasi. Semangat pendidikan keberagaman dan kemajemukan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Tim PKM kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, pemahaman pendidikan literasi keberagaman antar etnik yang berwawasan multikultural. Tuti menambahkan, “Wacana literasi dan pendidikan multikulturalisme tidak berpretensi menghilangkan nilai-nilai partikular etniknya, tetapi menerima perbedaan sebagai bagian dari kemajemukan yang sifatnya positif. Disinilah Tokoh adat/masyarakat sangat berperan dalam memberi penjelasan apabila ada sesuatu hal terjadi, misalnya indikasi konflik dan lain-lain.”

Lebih lanjut Dr. Jeanny Maria Fatimah, M.Si yang merupakan salah satu anggota program menjelaskan tujuan dari program tersebut adalah agar peserta/anggota komunitas Etnik Kampung Rama dapat menerima perbedaan dan menghindari pemicu konflik antarbudaya.
“Bagaimana kita memandang perbedaan budaya ketika kita saling menghargai dan saling menghormati antar yang lain maka perbedaan tidak akan menjadi penghalang,” tuturnya. Merahnews.com | Dhia Naufalia Ilmi