Kampung Buku Bincang Soal “Anak Muda dan Kota” di Ecofest 2019

oleh -103 views
Kampung Buku, Anak Muda an Kota
Komunitas Kampung Buku menggelar acara bincang soal Anak Muda dan Kota yang berlangsung di di Student center FEB Unhas. Jumat [15/3/2019) Merahnews.com - Dian Ekawati Majid

MEREHNEWS.COM | MAKASSAR — Komunitas Kampung buku  menggelar perbincangan soal “Anak Muda dan Kota” dalam acara Economic Festival yang digelar oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin di Student center FEB Unhas. , Jumat (15/03/2019).  Economic Festival sendiri adalah rangkaian acara untuk menyambut Malam Apresiasi Seni dan Inagurasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2019.

Kampung buku merupakan komunitas atau wadah yang mengakomodir anak muda khususnya anak muda yang berada di Makassar. Mereka melakukan beberapa penelitian/program aktivis ruang yang ada di Makassar. Salah satu program tersebut adalah “Anak Muda dan Kota”.

Program “Anak Muda dan Kota” ini lahir dari keresahan bahwa di kota besar khususnya Makassar sangat jarang terdapat ruang dan kesempatan untuk anak muda.

“Kesempatan itu terbatas hanya untuk mahasiswa, jarang ada program untuk anak muda yang tidak kuliah. Mungkin saja setelah lulus dari Sekolah Manengah Atas (SMA) mereka langsung ingin kerja, tapi tidak ada ruang-ruang yang mengakomodir mereka. Maka dari itu Kampung Buku membuat program “Anak Muda dan Kota” agar bisa mengakomodir anak muda sekarang khususnya yang ada di Makassar” Ujar salah satu Pustakawan Kampung Buku, Wilda Yanti Salam.

Melihat zaman yang semakin canggih kata Wolda, tentu saja banyak orang khususnya anak muda yang lebih minat membaca lewat iPusnas, e-library, ebook atau sebagainya.

“Orang-orang mendapatkan informasi sudah beralih fungsi, dari buku cetak ke e-book. Tapi ada perbedaan secara psikologis ketika kita membaca buku cetak dan e-book, ketika kita baca di ebook jika ada notif yang masuk pasti mau tidak mau kita langsung mengecek apa dan dari siapa itu dan mungkin saja kita bisa lupa dengan bacaan kita.” ujar Wilda Yanti Salam.

Menurut Wilda,  membaca itu penting bagi anak muda dan harus lebih peka terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Merahnews.com | Dian Ekawati Majid/Aurellia Zeeva