Prof Anwar Arifin: Demokrasi Indonesia dalam Acaman dan Bahaya

oleh -50 views
Prof Anwar Arifin | Merahnews.com - Muliadi Mau

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR – Guru Besar Komunikasi Politik, Prof.Dr. H Anwar Arifin menilai demokrasi Indonesia dewasa ini berada dalam ancaman dan bahaya. Penilaian tersebut disampaikan Prof. Anwar Arifin pada acara Bedah Buku “Demokrasi dalam Ancaman dan Bahaya yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Aula Prof, Syukur Abdullah Kampus Unhas Tamalanrea Makassar, Kamis (28/2/2019).

Anggota DPR/MPR RI periode 1999-2009 ini menilai, fenomena krisis dan ancaman demokrasi ini tak hanya menimpa Indonesia saja melainkan juga negara-negara barat  termasuk negara di  Asia dan Afrika.

“Demokrasi kini mengalami anomali karena tidak lagi fungsional dalam menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial terutama semakin tajamnya ketimpangan sosial dan ekonmi.” Ujar Prof. Anwar Arifin.

Anggota Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar ini menilai, saat ini para penggerak reformasi dan pendukung demokrasi betul-betul sudah terpinggirkan dan sama sekali tak berdaya menghadapi sejumlah elit baru yang tampil menunggangi demokrasi dengan kekuatan modal.

Dies Natalis Fisip Unhas ke-58, Prof Anwar Arifin, demokrasi
Mahasiswa dan Dosen Fisip Unhas tampak antusias mengikuti acara Bedah Buku karya Prof Anwar Arifin yang berlangsung di Aula Prof Syukur Abdullah Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (28/2/2019) | Merahnews.com-Muliadi Mau

Dalam bukunya yang ke-53 ini, Prof. Anwar Arifin menulis bahwa salah satu penyebab timbulnya krisis demokrasi adalah ‘invansi kapitalisme’ yang semakin agresif. Prof Anwar lantas mengutip pendapat pakar Politik Amerika Serikat, Robert Reich yang menyatakan bahwa saat kapitalisme memperluas jejaringnya merengkuh kekayaan material maka demokrasi akan menglami krisis dan ancaman karena distribusi kekayaan tidak lagi tersebar secara wajar. Kekayaan telah menumpuk pada sekelompok kecil kapitalis yang semakin lama semakin menghasilkan superkapitalisme yang pada akhirnya melahirkan krisis demokrasi.

Salah satu efek superkapitalisme di dunia politik Indonesia kata Ketua Jurusan Komunikasi Fisip Unhas era 1989-1993 ini adalah munculnya pesta demokrasi yang semarak tetapi minus substansi.

Menurut Prof Anwar, selain melahirkan politik uang dalam pesar gelap politik, penetrasi kapitalis yang semakin agresif dalam memanfaatkan peluang proses demokrasi juga membuat kekuatan substansial rakyat semakin mengecil atau termarjinalkan.

Bahkan kata Prof. Anwar mengutip Robert Reich, kini kapitalisme mampu menundukkan demokrasi. Dengan menguatnya kompetisi di dunia bisnis untuk memperoleh investor dan konsumen membuat para kapitalis menjalar ke dunia politik. Kompetisi keras yang terjadi di dunia bisnis telah mendorong segala upaya kaum kapitalis meraih kekuasaan politik dan mengendalikan kebijakan publik sesuai kepentingan bisnisnya.

Prof Anwar Arifin mengamati bukunya yang terpajang di Khazanah Intelektual Ruang baca Fisip Unhas, Kamis (28/2/2019) | Merahnews.com – Muliadi Mau

Acara bedah buku ini dirangkaikan dengan peluncuran Khazanah Intelektual Prof.Dr H Anwar Arifin yang berlangsung di ruang Baca Fisip Unhas. Khazanah Intelektual ini merupakan salah satu wadah atau ruang yang secara khusus menampilkan semua buku karya Prof. Anwar Arifin.

“Kami berharap semua buku ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh mahasiswa Unhas. Makanya kami sengaja berikan 3 eksamplear setiap judul supaya bisa dipinjam mahasiswa,” ujar Prof Anwar.

Acara Bedah buku dan peluncuran Khazanah Intelektual Prof.Dr Anwar Arifin ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-58 Fisip Unhas. MERAHNEWS.COM | MUL