Aswar Hasan : Demokrasi dalam Bahaya

oleh -31 views
bedaah buku, fisip unhas, aswar hasan
DR. Aswar Hasan | Irfan

MERAHNEWS.COM| MAKASSAR – Rangkaian Dies Natalis FISIP Unhas ke-58 dilanjutkan. Setelah melaksanakan Diplofest bersama Kementerian Luar Negeri pada Sabtu, 23 Februari lalu, kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku milik Prof.Dr.H. Anwar Arifin yang berjudul “Demokrasi dalam Ancaman dan Bahaya. Acara ini diadakan pada Kamis, 28 Februari 2019 di Aula Prof. Syukur Abdullah FISIP Unhas.

Salah satu pembedah dalam bedah buku ini adalah akademisi Unhas, Dr.Aswar Hasan. Ia menegaskan bahwa demokrasi dalam bahaya adalah fenomena yang memang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Aswar mengutip dari ahli politik, Robert Dahl, yang mengatakan bahwa belum ada satupun negara yang menerapkan sisten demokrasi yang ideal.

Menurutnya, salah satu fakta penting dari keadaan genting demokrasi saat ini adalah kaum politisi dan kaum pemodal yang berkolaborasi dalam mengeksiskan dirinya. Hal ini membuat kaum-kaum intelektual tidak mendapat ruang.

Adapun tantangan dari kaum intelektual saat ini adalah mengelaborasi model demokrasi yang ada di indonesia. Solusi yang ia berikan adalah model demokrasi yang tidak terlepas dari ketuhanan, menganut prinsip-prinsip sosialistik, namun tidak menutup mata  pada realita kecenderungan kapitalisme. “Dengan kata lain, perlu ada sintesa yang merupakan proses dialektik antara nilai-nilai yang ada dalam membentuk sebuah format demokrasi gaya Indonesia itu sendiri,” ujarnya. MERAHNEWS.COM| MIFTAHUL JANNAH