Kemeriahan Berkumpul dan Berbagi di Rural Youth Fair Masamba

oleh -12 views
Selama dua hari, Rabu – Kamis, 19-20 Desember 2018, diselenggarakan serangkaian kegiatan, mulai workshop, talkshow tentang peluang kewirausahaan, pertunjukan seni, lomba-lomba dan pameran produk. Foto: Andi Fitriani/Mars Indonesia

MERAHNEWS | Masamba – Taman Siswa Masamba, Rabu pagi (19/12/2018), ramai tak seperti biasanya. Ada banyak tenda didirikan. Lalu ada presentasi dan diskusi yang menarik. Peserta sebagian besar adalah generasi muda, yang sebagian malah masih berpakaian sekolah.

Kemeriahan pagi itu adalah Rural Youth Fair. Ajang berkumpul dan berbagi yang digagas secara sukarela dan mandiri oleh Kata Kerja bersama sejumlah komunitas pemuda di Makassar dan Luwu Raya.

Selama dua hari, Rabu – Kamis, 19-20 Desember2018, diselenggarakan serangkaian kegiatan, mulai workshop, talkshow tentang peluang kewirausahaan, pertunjukan seni, lomba-lomba dan pameran produk.

Kelompok-kelompok pemuda yang terlibat adalah Kata Kerja Makassar, Pemuda Peduli Kampung (PPK) Barammamase, Kelompok Pemuda Karondang (KPK) Rio Rio, Agrindo Bone-bone, Pemuda Karya Mandiri Tanalili, Kelompok Pandawa Rewang, Kelompok Lambarese, Rumah Kompos Bone bone, Agroforestri Palopo dan Kelompok Tani Kabut Rimba Sumilin.

Sebagai pengisi acara antara lain Suwardi, Cocoa Doctor dari Luwu Timur, Andi Hilmy, Direktur Genoil Makassar, Asfriyanto, Ketua Komunitas Ininnawa,Ekhy Ken, Fotografer.

Terlibat pula Coconut Groove yang mengajar pembuatan sabun organik, Tri Purnomo Aji dari Kedai Computerworks Makassar dan penyair Ibe Palogai.

Rural Youth Fairini bertujuan sebagai media bagi pemuda di daerah belajar dan berbagi pengetahuan dalam pengembangan potensi desa dan agar generasi muda mendapat penghargaan atas penerapan ilmu sains di perkebunan yang memiliki peran penting dalam kehidupan pedesaan.

Tujuan lainnya adalah mendukung kegiatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan kelompok pemuda dalam naungan program NextGen yang sedang berjalan serta melibatkan dan membangun kesadaran semua pihak untuk pemberdayaan dan memberi ruang bagi pemuda di pedesaan untuk berkarya.

Swisscontact dan Mars Indonesia mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari program NextGen dalam rangka mendorong kegiatan dari pemuda untuk pemuda berbasis lingkungan ekosistem kakao.

Pemda Luwu Utara turut memberikan dukungan, termasuk memberikan ijin penggunaan Taman Siswa dan bentuk dukungan lainnya.

Kegiatan yang baru kali pertama dilaksanakan ini adalah juga kelanjutan dari kegiatan program NextGen, yang dilaksanakan pada Januari 2018 lalu, yang saat itu berupa dialog siswa SMK dengan pelaku usaha lokal se-Luwu Raya.

Abd. Mahfud, Sekda Luwu Utara, mewakili Bupati Lutra,dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas berbagai kegiatan kepemudaan yang dilakukan selama ini, terkhusus program NextGen yang dilakukan oleh Mars Indonesia dan Swisscontact.

“Ada banyak peluang usaha pertanian yang dapat dikerjakan generasi muda selain dari kakao jika dianggap tidak cukup memberi keuntungan, seperti budidaya madu trigona, kolam ikan bandengterpal dan menanam pohon kehutanan, sayur atau tanaman obat,“ katanya, Rabu (19/12/2018).

Mewakili Mars, Fajar Paulus Niong, Manajer Cocoa Academy, menyatakan apresiasinya pada Pemda Luwu Utara atas dukungannya pada perkebunan, khususnya komoditas kakao.

“Lutra selama ini terdepan dalam pengembangan kakao dan mendorong anak muda untuk Bertani,” ujarnya.

Fajar tak lupa meminta para peserta untuk mencoba, mencicipi dan membeli hasil produksi generasi muda yang dipamerkan, sebagai bentuk dukungan nyata penghargaan atas apa yang telah mereka dalam rangka pengembangan potensi desanya. []

MERAHNEWS.COM|WAHYUCH