Sulit Bersaing dengan Tenaga Kerja Asing

oleh
Sebanyak 70 peserta mengikuti Bimtek Fasilitasi dan Sertifikasi berbasis standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Selasa (16/10) di Hotel Shafirah Pinrang. Salah satu persoalan ketenagakerjaan hingga saat ini adalah rendahnya kualitas kerja yang menyebabkan sulit bersaing dengan tenaga kerja asing yang masuk di Indonesia. Foto: Herman Chandra.

MERAHNEWS|PINRANG –Produk asing telah masuk ke Indonesia dalam berbagai bentuk, termasuk tenaga kerja, sebagai konsekuensi diberlakukannya era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menjadi tantangan ketika tenaga kerja lokal sulit bersaing dengan tenaga kerja asing yang memiliki kemampuan yang lebih baik.

“Salah satu persoalan ketenagakerjaan hingga saat ini adalah rendahnya kualitas kerja yang menyebabkan sulit bersaing dengan tenaga kerja asing yang masuk di Indonesia. Solusinya harus ada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan seperti yang kita lakukan saat ini,” ungkap Zaenal Hafid, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemda Kabupaten Pinrang dalam acara Bimtek Fasilitasi dan Sertifikasi berbasis standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, di Hotel Shafirah Pinrang, Selasa (16/10/2018).  

Menurutnya, kegiatan Bimtek ini sangat penting dan strategis sebagai salah satu langkah pemerintah untuk memfasilitasi kesiapan angkatan kerja muda terdidik dari sesama anggota ASEAN.

Turut hadir dalam kegiatan yang diikuti 70 peserta ini antara lain Kepala Balai Besar Pengembangan SDM Penelitian Kominfo Makassar, Ir Ruslan Harun, Kadis Kominfo Sulsel, Kadis Tenaga Kerja Pinrang Syamsuddin dan Direktur LSP TIK Surabaya.

Menurut Kabid Penyelenggara SDM Balai Besar PSP Kominfo Makassar, Syarifuddin, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi SDM bidang informatika di dunia industri komunikasi nasional dalam persaingan global. Peserta juga akan mendapatkan pengakuan akan keahlian di bidangnya melalui uji kompetensi (sertifikasi).  

“Bagi peserta yang dinyatakan kompeten akan diberikan sertifikat kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan yang dinyatakan belum kompeten juga akan mendapat sertifikat keikutsertaan dari Lembaga Sertifikasi Profesi Komputer Indonesia,” katanya.*

MERAHNEWS.COM|HERMAN C