LP2M Unhas Beri Bimtek Penghitungan Potensi Pajak dan Retribusi Daerah Jeneponto

oleh
Bomtek, Pajak dan retribusi daerah, Jeneponto, LP2M Unhas
Bimbingan teknis Penghitungan Potensi Pajak dan Retribusi daerah kabupaten Jeneponto yang berlangsung di Ruang rapat bapenda jeneponto, Rabu (26/9/2018) | Merahnews.com- Mursalim

MERAHNEWS.COM | JENEPONTO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin lewat Program Kemitraan Wilayah (PKW) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) soal Perhitungan Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kabupaten Jeneponto yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten Jeneponto, Rabu (26/9/2018).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Bapenda Kabupaten Jeneponto, Azis Hamzah, S.IP, Ketua Tim LP2M Unhas, Dr Sabir, SE, M.Si,  Narasumber LP2M Dr Mursalim Nohong, SE, M.Si serta  30 peserta dari OPD dalam lingkup Kabupaten Jeneponto.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Jeneponto, Azis Hamzah dalam sambutannya mengatakan, bimbingan teknis perhitungan Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan aparatur sipil negara lingkup pengelola pendapatan daerah kabupaten Jeneponto dalam menyusun perencanaan pendapatan.

“Kenyataan selama ini, target yang disusun sebagaimana dimuat dalam APBD belum sepuhnya mampu direalisasikan,” Ujar Azis Hamzah .

Azis Hamzah menilai ada beberapa faktor yang ditengarai menjadi penghambat,  antara lain;  kemampuan SDM pengelola pendapatan, perilaku masyarakat sebagai wajib pajak dan wajib retribusi dan sumberdaya pendukung seperti fasilitas fisik.

Oleh karena itu, Sekretaris Bapenda Jeneponto ini berharap agar kegiatan Bimbingan Teknis ini dapat meningkatkan kemampuan para pengelola pendapatan serta dapat memerikan rekomendasi  bagi pemerintah kabupaten Jeneponto terutama dalam menghadapi penyusunan RAPBD pokok tahun 2019.

Harapan senada disampaikan oleh Ketua Tim LP2M Unhas, Dr sabir, SE,M.Si.

“Kita berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelola pendapatan daerah dalam menyusun proyeksi pendapatanserta menyediakan data yang dibutuhkan dalam menyusun RAPBD,” Ujar Dr Sabir.

Sementara itu, narasumber Bimtek, Dr. Mursalim Nohong, SE, M.Si mengaku memberikan bimbingan teknis dalam bentuk penyelesaian studi kasus pengelolaan aset khususnya di Kabupaten Jeneponto. Meranews.com | MMM