Pemerintah Daerah Dituntut Ciptakan Terobosan Baru Pelayanan Publik

oleh
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Inovasi Pelayanan Publik di ruang Sasana Praja kantor Bupati Luwu Timur, Selasa, 14 Agustus 2018. Foto: Fadiah Machmud.

MERAHNEWS.COM|Makassar – Pemerintah diharapkan untuk terus menciptakanterobosan baru untuk pelayanan publik yang lebih baik dengan menciptakan inovasi di instansinya, bertujuan untuk meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah.

“Saya mengajak semua OPD untuk berupaya menciptakan inovasi di instansinya terutama yang berkaitan dengan perbaikan layanan. Hal ini penting, karena selain untuk kepuasan masyarakat, Juga untuk dipersiapkan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) KemenPANRB yang setiap tahunnya dilaksanakan,” ungkap Sekretaris Daerah, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Bahri Suli, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Inovasi Pelayanan Publik di ruang Sasana Praja kantor Bupati Luwu Timur, Selasa, 14 Agustus 2018.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Organisasi dan Tatalaksana Kabupaten Lutim ini mengundang Kepala OPD, para Kabag lingkup Sekda Lutim, Camat/Lurah dan Petugas Puskesmas. Sosialisasi bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta tentang pelayanan publik dan inovasi pelayanan publik.

Pada kompetisi KIPP tahun 2018 ini, Lutim mengajukan dua inovasi, yakni Bank Sampah dan CLBK atau Gerakan “Cinta Lingkungan Bersih dan Keren”. Inovasi ini dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Saya yakin dengan adanya sosialisasi ini, berharap ada inovasi yang bisa di siapkan dan bisa lolos TOP 99 tahun mendatang. Kebijakan Satu instansi satu inovasi dapat kita wujudkan,” tambah Bahri.

Sosialisasi Bimtek ini sendiri menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi & Ketatalaksanaan Setda Provinsi Sulsel, Andi Mirna, yang membawakan materi terkait Kebijakan Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung inovasi pelayanan publik.

Narasumber lainnya adalah Provincial Advisor TRANSFORMASI GIZ Sulsel, Fadiah Machmud, membawakan materi tentang bagaimana memulai inovasi dan mendokumentasikan inovasi pelayanan publik.

Menurut Mirna, masyarakat mempunyai harapan besar agar kebutuhan hak-haknya dapat terpenuhi, tidak berbelit-belit. Ini tantangan besar bagi penyedia layanan. Pilihannya tidak lain adalah berinovasi, buat terobosan baru.

“Karena untuk menghasilkan pelayanan yang berkualitas membutuhkan sistem dan budaya kerja yang inovatif,” ungkap Mirna.

Metode sosialisasi ini dibuat atraktif. Peserta diminta mengidentifikasi sumbatan (bootleneck)  pelayanan publik sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, administrasi kependudukan, koperasi dan kelurahan serta bersama-sama mengusulkan alternatif pemecahannya.*

 

MERAHNEWS.COM|WAHYUCH