Setibanya di Lombok, Tim Medis Unhas Langsung Operasi 46 Korban Gempa

oleh
Tim Medis Unhas yang dipimpin Prof.Dr.dr Idrus Paturusi.Sp.BO mengoperasi salah seorang korban gempa Lombok, Selasa (7/8/2018) | Merahnews.com - Ishaq Rahman

MERAHNEWS.COM | LOMBOK — Tim Medis Universitas Hasanauddin dan Tim Rumah Sakit Wahiddin Sudirohusodo (RSWS) Makassar serta Tim Public Safety Center (PSC) bernar-benar bergerak cepat menangani pasien korban gempa di Lombok.

Setibanya di Lombok, senin malam (6/8/2018) Tim Medis gabungan yang dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Idrus Paturusi, SpBO ini langsung mengecek kesiapan ruangan operasi, dan berkoordinasi dengan pihak RSUD NTB.

Dari hasil identifikasi awal, ada sekitar 200 pasien patah tulang yang harus segera memperoleh penanganan. Tim medis akan konsentrasi melakukan tindakan operasi terhadap pasien-pasien ini, ditambah juga dengan pasien yang berada di rumah sakit lain.

“Totalnya bisa mencapai 300 pasien,” kata Prof. Idrus.

Gempa Lombok, Tim Media Unhas
Tim Medis Unhas yang dipimpin Prof.Dr.dr Idrus Paturusi.Sp.BO mengoperasi salah seorang korban gempa Lombok, Selasa (7/8/2018) | Merahnews.com – Ishaq Rahman

Prof. Idrus Paturusi menegaskan bahwa jika tim ini dapat bekerja sinergis dan simultan, dalam sehari bisa diselesaikan operasi antara 50 sampai 80 pasien. Namun karena gempa masih terus terjadi maka Tim Medis Gabungan yang dikoordinir Prof Idurus hanya berhasil mengoperasi 46 pasien.

“Saya kira, 300 pasien itu dapat kita tangani dalam waktu secepatnya. Apalagi ada dukungan dari teman-teman tim medis lain, termasuk dukungan dari Pusat Kesehatan TNI dan Angkatan Darat,” kata Prof. Idrus.

Prof. Dr. dr. Idrus Paturusi, Sp.BO menegaskan bahwa proses operasi terhadap pasien harus segera dilakukan.

“Dalam situasi bencana, kita tidak boleh menunda. Segala sumber daya yang ada harus kita kerahkan. Kami dari Makassar akan segera melakukan tindakan operasi terhadap pasien patah tulang. Kami sengaja membawa spesialis tulang beberapa orang. Berdasarkan pengalaman selama ini, kalau bencana gempa itu selalu banyak korban patah tulang,” kata Prof. Idrus.

Kepala Unit Humas dan Protokoler, Ishaq Rahman yang ikut dalam Tim Gabungan Unhas melaporkan, dari delapan ruangan operasi yang tersedia di RSUD NTB, Tim Medis Unhas menangani 3 ruangan, yaitu Ruang Operasi Orthopedi, Saraf, dan Bedah Umum. Sementara tim Yogya, Bali, dan Surabaya masing-masing 1 ruangan operasi, yaitu untuk THT, Urologi, dan Bedah Plastik. Merahnews.com |MMM