Direktur CA Mars Indonesia Pimpin ASKINDO

oleh
Direktur Corporate Affairs Mars Indonesia, Arie Nauvel Iskandar, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO) Periode 2018-2020, pada Musyawarah Nasional (Munas) ASKINDO yang ke-VIII, yang dilaksanakan di Hotel The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa, Kamis (2/8/2018). Foto: Andi Fitriani

MERAHNEWS.COM|JAKARTA –Direktur Corporate Affairs Mars Indonesia, Arie Nauvel Iskandar, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO) Periode 2018-2020, pada Musyawarah Nasional (Munas) ASKINDO yang ke-VIII, yang dilaksanakan di Hotel The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa, Kamis (2/8/2018).

ASKINDO sendiri adalah asosiasi yang beranggotakan pelaku usaha perkakaoan (produsen-pedagang, eksportir-industri) berbadan hukum dan perorangan yang berkompeten dalam pengembangan perkakaoan Indonesia.Asosiasi ini dibentuk pada 18 Februari 1989, atau 29 tahun silam.

Terpilihnya Arie tak terlepas dari wacana yang berkembang pada Munas inidi awal, yaituperalihan Ketua Umum dengan latar belakang eksportir kepada ketua umum yang berasal dari industri pengolahan.

“Harapan dari Munas ini agar ASKINDO dapat bekerja memaksimalkan kemampuan industri pengolahan kakao dalam negara yang berbasis pada peningkatan produksi kakao lokal,” ujar Zulhefi Sikumbang, Ketua Umum DPP ASKINDO Periode 2014 – 2018.

Dari rilis yang diterima Merahnews, dikatakan bahwa salah satu bahasan penting dalam Munas ini adalah kurangnya program kerja pengembangan tanaman kakao mengakibatkan industri pengolahan kakao kesulitan mendapat bahan baku sehingga sebagian besar melakukan impor untuk memenuhi kapasitas produksi.

“Produksi kakao tidak dapat menutupi kebutuhan kerja pabrik pengolahan. Dari produksi kakao tertinggi pada tahun 2006 adalah 621.873 ton dan saat ini 287.150 ton.”

Dikatakan juga bahwa dari 21 perusahaan pengolahan kakao terdapat 9 (sembilan) perusahaan pengolah yang masih berjalan dengan total kapasitas kurang dari 626.000 ton. Di mana perusahaan tersebut pada tahun 2017 hanya mengolah kurang lebih 450 ribu ton biji kakao.

“Untuk memenuhi kebutuhan industri, perusahaan pengolahan mengimpor kakao di tahun 2017 sebanyak 226.613 ton. Produksi yang menurun secara signifikan dipengaruhi oleh hama penyakit, tanaman tua, regulasi ekspor dan persaingan tanaman komoditas.*

 

MERAHNEWS.COM|WAHYUCH