Sengketa Tanah dengan TNI, PN Makassar Menangkan Warga Bara-Barayya

oleh
Setelah kasusnya berghulir selama 17 bulan, PN Makassar akhirnya memenangkan warga Bara-Barayya Makassar terkait sengketa kepemilikan lahan dengan TNI Kodam XIV Hasanuddin, dalam sidang yang berlangsung Selasa (247/2018). Foto: LBH Makassar.

MERAHNEWS.COM|MAKASSAR –Pengadilan Negeri Makassar akhirnya memenangkan warga Bara-Barayya terkait sengketa kepemilikan lahan dengan TNI Kodam XIV Hasanuddin (dulunya Kodam VII Wirabuana) dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (24/7/2018).

Majelis Hakim yang dipimpin Kemal Tampubolon, SH.,MH, dengan anggota masing-masing I Made Subagia Astawa, S.H., M.Hum. dan Cening Budiana, S.H., M.H. menolak gugatan pihak Kodam XIV Hasanuddin yang mengklaim tanah di Jalan Abu Bakar Lambogo tersebut sebagai bagian dari lahan okupasi Asrama TNI-AD. Kasus ini sendiri mulai bergulir sejak tanggal 21 Agustus 2017 lalu.

Menanggapi putusan tersebut, LBH Makassar selaku kuasa hukum warga Bara-Barayya mengapresiasi sikap Majelis Hakim yang telah memimpin jalannya persidangan atas perkara ini secara bijak, arif dan tegas.

“Awal bergulirnya kasus ini, kami menghawatirkan jika kasus ini akan diintervensi oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan praktik mafia selaku pihak yang turut berkepentingan atas objek tanah sengketa di Bara-Barayya, sebab letak tanah sengketa termasuk lokasi strategis,” ungkap Edy Kurniawan Wahid, pengacara LBH yang selama ini mendampingi warga Bara-Barayya.

Edi menilai Majelis Hakim selama persidangan telah menjalankan prinsip imparsial. Sehingga proses persidangan perkara ini melahirkan putusan yang adil dan telah sesuai dengan bukti dan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan.

Fakta hukum yang kami maksud adalah,  Penggugat sama sekali tidak dapat menentukan dengan jelas lokasi dan batas-batas tanah yang diklaim sebagai tanah sengketa.

“Selain itu, masih banyak fakta hukum lainnya yang membuktikan kebenaran bahwa tanah yang dikuasai dan dihuni adalah benar-benar milik warga.”*

MERAHNEWS.COM|WAHYUCH