Indonesia Pilu, Indonesia Menangis Lagi

oleh
Ihwan, Putuhena, Memaknai ied Mubarak
Iwan Putuhena | DOK.PIJAR MADANI

MERAHNEWS.COM | SURABAYA – Berselang berapa hari saja dari insiden berdarah di Mako Brimob (08-10/05). Kemarin, bom meledak lagi di tiga lokasi berbeda: tiga gereja menjadi sasaran aksi bom bunuh diri (13/05). Sampai tulisan ini dibuat, ditengarai telah tercatat 11 nyawa melayang akibat aksi brutal pada Minggu pagi itu.

Patut disayangkan, karena kedua aksi tersebut membawa-bawa simbol agama. Kerukunan antar umat beragama di republik ini yang sedari dulunya damai dan tentram terkoyak lagi dalam sebuah rangkaian aksi terkutuk itu. Bom Surabaya kemarin bahkan melibatkan sekeluarga yang ‘agamis’ jika dilihat dari foto-foto dan rilis resmi yang tersebar. Seolah pikiran waras kita tak percaya namun demikianlah adanya sebagaimana dilansir. Status-status warganet pun mencuat ramai timpa-menimpa di linimasa. Semua menyayangkan, semua mengutuk, dan semua mengecam aksi biadab tersebut.

Sampai kapan pilu itu harus berakhir? Kita sebagai rakyat awam hanya bisa berharap agar kejadian serupa tak lagi terjadi. Agama adalah doktrin keselamatan yang tak pernah menganjurkan kekerasan (bahkan tetap menjunjung adab dalam keadaan perang sekalipun). Agama senantiasa menganjurkan kasih antar sesama dan menitikberatkan keharusan menjadi subyek aktif dalam mewujudkan perdamaian hakiki di muka bumi.

Dalam Islam, jihad terbesar adalah perang melawan hawa nafsu pribadi. Manusia sebagai khalifatullah fil ardh, mengemban misi memakmurkan bumi dan penghuninya sama sekali bukan untuk merusaknya. Demikianlah contoh agung dari manusia terpilih: Baginda Rasulullah Saw. Sungguh amat disayangkan, kejadian memilukan tersebut justru berlangsung tatkala ummat muslim sedunia tengah menyongsong hadirnya bulan Ramadhan yang bakal segera tiba. Bulan mulia dan bulan tarbiyah untuk mengekang hawa nafsu duniawiah yang sungguhlah merugikan diri dan orang lain jika tak terkontrol dengan baik.

Semoga kita bisa memetik hikmah bermanfaat dari dua kejadian memilukan (menyedihkan) dan sungguh teramat kita sayangkan tersebut. Belum kering air mata akibat insiden brutal di Mako Brimob, menyusul lagi tragedi bom di Surabaya. Betapa sebuah pemahaman yang menyimpang sanggup melencengkan orang per orang jauh dari esensi beragama: keselamatan dan perdamaian antarsesama menuju kebahagiaan hakiki. Yang mana, dua alasan dalam beragama tersebut selalu dianjurkan dan dipertontonkan Baginda Rasulullah Saw. semasa beliau hidup.

Mari kita rapatkan shaff sebagai pengikut/ummat yang meneladani pekerti agung Rasulullah Muhammad Saw. Pribadi pilihan yang taqwa dan tawaddhu serta cinta pada keselamatan dan perdamaian antar ummat manusia. Tersebab, Allah Swt. sebagai Maha Pencipta telah mencipratkan Arrahmaan dan Arrahiim-Nya kepada kita dan semua ciptaan-Nya. Inshaa Allah. Allahumma Aamiin. Merahnews.com | Ihwan Putuhena/Andi Arfianti Tri Budiati