UPT Unhas Press dan APPTI Gelar Pelantikan dan Rapat Kerja

oleh
UPT Unhas Press, APPTI, Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Perencanaan Unhas, Prof. Dr. Syamsul Bachri, SH.,MS, yang mewakili Rektor Unhas menyerahkan cendramata kepada Ketua I APPTI Dr. Ir. Elang Ilik Martawijaya, MM.

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis Universitas Hasanuddin Press bersama Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) Korwil Sulawesi menggelar acara pelantikan dan rapat kerja pengurus di gedung Rektorat Unhas Lt 4 ruang rapat A, Senin (14/5/2018). Acara pelantikan ini dirangkaikan dengan seminar terbatas yang membahas penulisan dan penerbitan buku dengan tema Prospek Penulisan dan Penerbitan Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Kinerja Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini antara lain dihadiri oleh Ketua I APPTI Pusat Dr. Ir. Elang Ilik Martawijaya, MM., Ketua APPTI Korwil Sulawesi Dr. Suaedi, S.Pd., M.Si., Kepala UPT Unhas Press Dr. Sakka Pati, SH., MH, dan sejumlah pengurus dan anggota APPTI Korwil Sulawesi dari berbagai daerah seperti Mamuju, Manado, dan Kendari.

Acara pelantikan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Perencanaan Unhas, Prof. Dr. Syamsul Bachri, SH.,MS, yang mewakili Rektor Unhas.

Dalam sambutannya Prof. Syamsul Bachri mengatakan bahwa kebesaran suatu perguruan tinggi sangat ditentukan oleh publlikasinya. Melalui publikasi kata Prof. Syamsul, universitas dapat memberikan pencerahan kepada kepada publik dan bisa menjadi referensi perguruan tinggi lain. Maka untuk meningkatkan kegiatan publikasi di perguruan tinggi diperlukan kerja sama dan kolaborasi antara sesama universitas.

“Karena kerja sama dan kolaborasi adalah kekuatan sehingga tidak ada yang sulit kalau kebersamaan dan kolaborasi itu kita bangun,“ kata Prof. Syamsul.

Sementara itu, Ketua I APPTI Pusat, Elang Ilik Martawijaya mengatakan, APPTI merupakan perkumpulan para penerbit perguruan tinggi yang didirikan pada tahun 2012 di Solo. Korwil Sulawesi adalah Korwil ke-5 di tanah air, setelah Korwil Jawa Tengah-DIY, Korwil Jawa Timur Nusa Tenggara, Korwil Jabodetabek-Banten, dan Korwil Kalimantan.

APPTI sendiri telah memiliki anggota lebih dari 200 penerbit perguruan tinggi, namun mengingat dinamika yang ada, penerbit perguruan Tinggi yang aktif hanya berkisar 180 anggota.

“Kita semua memiliki keyakinan dan optimisme penerbit perguruan tinggi akan menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan dan kemajuan perguruan tinggi dan dunia perbukuan di tanah air,” kata Elang.

Elang menambahkan bahwa penerbit perguruan tinggi memainkan peran sebagai penunjang aktifitas perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung terbitan dan karya ilmiah sivitas akademika. Kehadiran APPTI sangat relevan dengan UU No 12 Tahun 2012 tentang perguruan tinggi yang mewajibkan setiap dosen baik secara perseorangan atau berkelompok menulis buku ajar atau buku teks, yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi.

“Selamat kami ucapkan kepada pengurus APPTI Korwil Sulawesi. Semoga kebersamaan dan semangat yang telah dipupuk selama ini bisa terus terbina dan menghasilkan manfaat yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ucap Elang di akhir sambutannya.

Acara pelantikan ini dirangkaikan dengan seminar yang diisi oleh Dr. Sakka Pati, SH., MH selaku Kepala UPT Unhas Press dan Elang Ilik Martawijaya selaku motivator penulis dan penerbitan.

Dalam seminar terbatas tersebut Sakka Pati membahas bagaimana menumbuhkembangkan penerbitan di perguruan tinggi. Dia mengatakan, untuk mendirikan penerbitan di universitas tidak mudah. Hal tersebut membutuhkan dukungan dan komitmen pimpinan perguruan tinggi, khususnya rektor itu sendiri serta dukungan staf.

Sakka Pati mengungkapkan, sejak dilantik pada Juli 2017 lalu dia harus berpikir keras untuk mentransformasikan lembaga penerbitan Unhas menjadi lebih baik.

“Sekarang kita sudah mencetak buku, jurnal, prosiding, dan juga brosur-brosur,” ujar Sakka Pati.

Sakka Pati mengatakan siap bekerja sama dengan lembaga penerbitan dari kampus-kampus lain untuk memajukan kegiatan penerbitan di Unhas dan kampus-kampus lain. “Alhamdulillah, di Unhas bukan hanya penerbitan yang ada, tetapi juga percetakannya yang bisa secara langsung mencetak buku.”katanya.

Dalama paparannya, Elang Ilik Martawijaya mengatakan, ada empat faktor penting dalam mengelola penerbitan di perguruan tinggi, yaitu kelembagaan, sistem, sumber daya manusia, dan fasilitas. Keempat aspek tersebut harus diupayakan untuk mengembangkan university press.

Elang juga mengatakan pasar buku di perguruan tinggi sangat prospektif. Sebab lembaga penerbitan kampus bisa mencetak berbagai laporan, dokumen, sertifikat, dan tugas akhir mahasiswa.

Usai menggelar seminar, pengurus baru APPTI Sulawesi periode 2018-2022 mengadakan rapat kerja yang membahas program kerja lima bidang, yakni bidang pengembangan SDM dan Organisasi, Pengembangan Bisnis, Publikasi dan Kerja sama CSR, Kesekretariatan, dan Litbang. Merahnews.com | Hidayat Doe/Aisyah Nur Intansari