Bupati Bulukumba Pimpin Apel Siaga Bencana

oleh -6 views
Pemerintah Kabupaten Bulukumba melaksanakan Apel Siaga Bencana di Lapangan Pemuda, Senin, 30 April 2018

MERAHNEWS.COM | BULUKUMBA –Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melaksanakan Apel Siaga Bencana di Lapangan Pemuda, Senin, 30 April 2018. Apel Siaga Bencana dipimpin oleh Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali dan dihadiri peserta dari jajaran OPD Bulukumba, TNI, Polri, anggota Pramuka, pengurus ORARI Bulukumba dan ratusan personil dari Satpol PP, serta petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Turut hadir pula, Dandim 1411 Bulukumba Letkol ARM Sutikno, Kapolres M Anggi Naulifar Siregar dan Sekretaris Daerah Andi Bau Amal.

Adapun tema peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2018 adalah “Siaga Bencana dimulai dari kita, Keluarga dan Komunitas”, dengan slogan “Siap Untuk Selamat”

Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali dalam sambutannya mengapresiasi para petugas bencana yang ada di lapangan selama ini. Menurutnya menjadi petugas bencana adalah pekerjaan yang mulia, di sisi tuhan dan di mata manusia.

“Secara langsung para pejuang kemanusiaan ini telah memberikan bantuan yang dapat meringankan beban bagi para korban bencana, bahkan menyelamatkan jiwa manusia,” kata AM Sukri Sappewali yang beberapa hari yang lalu menerima Satyalancana Karya Bhakti dari Presiden RI.

Pelaksanaan Apel Siaga Bencana ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait kesiapsiagaan bencana. AM Sukri Sappewali berharap, Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana mempunyai langkah tindak lanjut yang sama dan selalu terkoordinir dengan baik dengan semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan tugas- tugas di lapangan.

Setelah apel siaga selesai, petugas TRC melakukan simulasi penyelamatan kepada warga yang tertimpa bencana angin puting beliung. Dari simulasi tersebut, mula-mula petugas TRC mengindentifikasi korban yang ada dalam rumah yang roboh karena puting beliung. Setelah itu petugas mengambil mesin alat pemotong untuk merobohkan dinding sebagai jalan keluar evakuasi korban yang ada di dalam rumah. Kemudian satu persatu korban ditarik di atas tandu dari dalam rumah menggunakan tali besi mesin derek mobil BPBD. Merahnews.com | Andi Ayatullah/Nurul Hidayah