HI FISIP dan Kemlu Gelar Seminar Kerja Sama Selatan dan Triangular

oleh
HI FISIP dan Kemlu gelar seminar Kerja sama selatan
Pelaksanaan seminar Kerja Sama Selatan dan Triangular

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR — Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Bappenas, Setneg, dan Kemenkeu menggelar seminar yang bertajuk “Enhancing Indonesia’s Leadership in South-South and Triangular Cooperation” di Ballroom LKPP Unhas, Selasa (24/04/2018).

Dialog yang membahas kerja sama Indonesia dengan negara-negara wilayah Selatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa serta jajaran perwakilan Kemlu, Bappenas, Kemenkeu, serta dosen dan ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional. Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Administrasi FISIP Unhas, Dr. Gustiana A Kambo, SIP., M.Si.

Dalam pidato pembukaannya, Gustiana mengucapkan terima kasih kepada Kemlu dan para mitra atas kepercayaannya untuk menggelar seminar tentang Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di Unhas. Dia berharap Kemlu dapat kembali bekerja sama dengan FISIP untuk melakukan pengkajian-pengkajian yang membahas isu-isu internasional.

“Ini menjadi bagian pengkajian yang perlu dikembangkan. Sehingga kerja sama ini perlu terus dilakukan dengan membahas tema-tema lain yang dapat memperkaya dan meningkatkan kualitas program studi dan mahasiswa itu sendiri“, kata dosen Ilmu Politik Unhas ini.

Dindin Wahyudin, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral Kemlu, mengatakan, seminar ini merupakan kegiatan sosialisasi kepada sejumlah pemangku kepentingan seperti perguruan tinggi. Sebelumnya dialog serupa telah digelar di Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Brawijaya.

Dindin menyatakan bahwa sebagai negara berpendapatan menengah Indonesia ingin berbagi kemampuan teknis, pengalaman atau lesson learnt dan best practice kepada negara-negara berkembang dalam kerja sama KSST. Sehingga Indonesia bisa turut aktif dalam pembangunan internasional. Selain itu, kerja sama Indonesia dengan negara-negara Selatan tersebut juga diarahkan untuk memenuhi kepentingan nasional Indonesia dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan.

“Dari sisi politik luar negeri Indonesia, pelaksanaan kerja sama KSST ini merupakan salah satu alat diplomasi Indonesia untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara penerima bantuan,“ kata Dindin Wahyudin.

Kerja sama KSS itu sendiri merupakan kerja sama pembangunan di antara negara-negara berkembang (negara Selatan) dalam rangka mencapai kemandirian bersama yang dilandasi oleh semangat solidaritas, kesetaraan, dan saling menguntungkan. Dalam prosesnya, kerja sama itu mengalami peningkatan dengan adanya dukungan mitra pembangunan yang kemudian dikenal kerja sama triangular.

Acara dialog ini menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Dewo Broto Joko Putranto, Direktur Politik Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Internasional Bappenas, Yahya Luping, Spesialis Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular USAID Indonesia, Ashar Karateng, Direktur COMMIT Foundation, dan Ishaq Rahman selaku dosen Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unhas.

Di hadapan mahasiswa, keempat narasumber tersebut mengulas lebih jauh manfaat, prospek, dan kepemimpinan Indonesia dalam KSST. Sejumlah mahasiswa tampak aktif mengajukan pertanyaan untuk memahami lebih dalam arti, tujuan, dan pentingnya KSST tersebut bagi Indonesia. Merahnews.com | Hidayat Doe/M. Yahya Alkautsar