Apotek Diwajibkan Terapkan SIPPNAB

oleh

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar meminta seluruh apotek di Makassar menerapkan Sistem Informasi Pencatatan Pelaporan Obat-Obat Narkoba (SIPPNAB). Hal tersebut dilakukan guna mencegah penjualan obat-obatan jenis narkotika secara bebas tanpa resep dokter.

Kepala Dinkes Kota Makassar, Naisyah T. Asikin, mengatakan SIPPNAB yang diterapkan pada setiap apotek terintegrasi langsung dengan Kementerian Kesehatan. Sehingga setiap transaksi penjualan obat-obatan dari apotek terekam dan dipastikan tidak adanya penjualan obat keras tanpa resep dari dokter.

“Hari ini (red: kemarin) kita sosialisasi ke 150 pemilik apotek di Makassar. Dan sosialisasi ini terus kita lakukan agar apotek yang ada bisa menggunakan SIPPNAB,” sebut Naisyah, Selasa (3/04).

Dari 491 apotek di Makassar, sedikitnya sudah 183 apotek menerapkan SIPPNAB. Tahun ini, diharapkam seluruh apotek secara bertahap menggunakan SIPPNAB. Apalagi penerapan SIPPNAB di apotek menjadi program nasional dari pusat.

“Ini program dari pusat jadi semua apotek wajib menggunakan SIPPNAB. Pelaporan ini juga real time masuk di pusat jadi bisa ditahu obat-obatan apa saja yang dijual termasuk stok obat yang ada. Kami juga di Dinkes Makassar pantau transaksinya selain masuk langsung ke pusat,” kata Naisyah.

Meski telah terpantau dan memberikan laporan melalui web transaksi penjualan obat setiap harinya, Dinkes Kota Makassar tetap aktif turun setiap bulan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Apabila ditemukan ada kecurangan atau manipulasi, sanksi ringan hingga berat siap diberikan kepada pemilik apotek.

“Meski dipastikan tidak terjadi kecurangan, tetap setiap bulan kita turun lakukan pengecekan langsung. Saya juga akan bekerjasama SKPD teknis untuk mengimbau apotik menerapkan SIPPNAB dalam pengurusan izin-izinnya,” Ujar Naisyah. Merahnews.com | Inan/Muhammad ihlasul amal