Disabilitas: Kita Sama di Mata Tuhan

oleh -199 views

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR – “kita sama di mata Tuhan” merupakan istilah menarik yang sangat dikedepankan oleh Komunitas Satu Atap yang memandang bahwa anak berkebutuhan khusus (disabilitas) layak untuk bersanding di bawah satu atap yang sama dengan anak normal lainnya dalam proses belajar formal maupun non formal pada Sekolah Luar Biasa dan SD Laniang Makassar.

Gerakan ini dilatar belakangi oleh mahasiswa aktif Unhas di antaranya Andi Khalil Gibran (Mipa), Sitti Khadijah (Psikologi), Andi Aisyah Humairah (Psiokologi), Ahmad Muhsin (Mipa), dan Dinda Tri Lestari (Ilmu Gizi). Mereka berasal dari keilmuan yang berbeda dengan Unit Kegiatan Mahasiswa yang sama yaitu Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI). Gerakan ini lahir dari kegelisahan melihat anak disabilitas menjadi korban bully-ing dan terpisah pergaulan dengan anak pada umumnya.

komunitas, pendidikan, sekolah, disabilitas
Foto bersama siswa dari Sekolah Luar Biasa dan SD Laniang Makassar. MERAHNEWS.COM – Fadil Ihsan

Demi kebermanfaatan berkelanjutan dari Komunitas ini, para founder memutuskan untuk mengajukan KSA ke ajang Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M). Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) selaku penyelenggara, mendanai proposal tersebut dan tidak tanggung-tanggung Komunitas Satu Atap berhasil keluar sebagai Juara II PIMNas (pekan Ilmiah Nasional) dan mendapatkan medali perak.

“Alhadulillah kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat positif dari pihak SD dan SDLB Laniang Makassar,” ungkap Khalil salah satu founder KSA. Andi Khalil Gibran yang tercatat sebagai peserta beasiswa pembinaan Rumah Kepemimpinan Regional 7 Makassar ini kembali menjelaskan dengan berbekal permainan, para volunteer yang tergabung dalam KSA menjadi fasilitator untuk mengakrabkan semua anak di bawah satu atap yang sama. Merahnews.com | Fadil Ihsan / Aziziah Diah Aprilya.