Tawarkan Pendekatan Healthy Cities, Prof Sukri Palutturi Resmi Jadi Guru Besar ke-380 Unhas

oleh
Prof Sukri Palutturi, PhD menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Unhas, selasa (9/1/2018) | Merahnews.com - MMM

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR — Masaalah kesehatan perkotaan yang sering dijumpai di Indoensia antara lain; kemacetan dan kecelakaan lalulintas, sampah, drainase tersumbat, pencemaran udara, limbah industri dan rumah tangga, ketersediaan air bersih, kawasan rumah kumuh, penyalahgunaan narkotika, Pekerja Seks Komersial, kasus HIV/AIDS, aksesibilitas pelayanan kesehatan masyarakat kumuh dan miskin, kualitas pelayanan kesehatan, penyakit menular (misalnya Tuberculosis, DBD dst), penyakit tidak menular (misalnya Diabetes Mellitus, Jantung, Kanker, dst) dan ketersediaan pangan dan gizi.

Hal tersebut diungkapkan Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc.PH, Ph.D saat menyampaikan Pidato Penerimaan Jabatan Profesor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat yang berlangsung di Ruang Senat Akademik Unhas, Selasa pagi (9/1/2018).

Pengukuhan Profesor, pengukuhan Guru Besar, Unhas, Prof Sukri Palutturi, Healthy Cities, Kota Sehat
Penandatangan Berita Acara Pengukuhan Profesor Sukri Palutturi dan Prof. Anwar Daud oleh Rektor Unhas, prof Dwia Arietina Pulubuhu, MA, Selasa (9/1/2017) | Merahnews.com – MMM

Untuk memecahkan berbagai persoalan kesehatan perkotaan tersebut, Prof Sukri Palutturi menawarkan konsep atau pendekatan Healthy Cities atau Kota Sehat.

Konsep atau pendekatan Healthy Cities atau Kota Sehat tersebut pertama kali diperkenalkan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO pada tahun 1986.

Meskipun demikian, Konsep atau Pendekatan Kota Sehat ini baru dilaksanakan Indonesia sejak terbitnya Peraturan Bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor 1138/Menkes/PB/VIII/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.

Dalam pidatonya yang berjudul Penguatan Kebijakan dan Politik Healthy Cities dalam Mewujudkan Indonesia Sehat terungkap bahwa bagi bangsa Indeonesia, Healthy Cities atau Kabupaten / Kota Sehat merupakan suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.

Prof Sukri Palutturi dan Prof Anwar Daud berfoto bersama Rektor Unhas, prof Dwia Ariestina Pulubuhu, MA usai dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Selasa (9/1/2018) | Merahnews.com – MMM

Alumnus Griffith University Australia ini menilai, konsep atau pendekatan Healthy Cities atau Kota Sehat merupakan suatu pendekatan jangka panjang dan bersifat kontinyu atau berjalan secara terus menerus serta membutuhkan upaya dan waktu, baik oleh pemerintah lokal maupun organisasi-organisasi kota lainnya.

“Pendekatan Healthy Cities atau Kota Sehat itu membutuhkan komitmen politik untuk menempatkan isu kesehatan sebagai prioritas dalam proses pengambilan keputusan pada semua level, tindakan intersektoral, partisipasi masyarakat dan inovasi.” Ujar Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini.

Untuk itu, Penulis Buku berjudul Healthy Cities: Konsep Global, Implementasi Lokal untuk Indonesia ini menawarkan perlunya penguatan sejumlah kebijakan seperti; Struktur dan proses organisasi Helathy Cities, pengembangan kapasitas, perencanaan dan penganggaran Healthy Cities, kepemimpinan Healthy Cities, Penghargaan Healthy Cities dan Pembentukan Center for Indonesia Healthy Cities di Indonesia.

“Healthy Cities dan sektor kesehatan harus mengalir dalam darah Bupati / Walikota dan Gubernur untuk menjamin warganya dalam keadaan sehat dan tidak jatuh sakit.” kata Prof Sukri.

Para tamu menyimak secara serius pidato pengukuhan Prof Sukri Palutturi sebagai Guru Besar di bidang Ilmu kesehatan Masyarakat Unhas, Selasa (9/1/2018) | Merahnews.com – MMM

Akhirnya, Ketua Perhimpunan Sarja Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Sulawesi Selatan ini berharap kebijakan dan politik kesehatan perlu diarahkan pada kebijakan pro orang sehat, penyediaan tenaga kesehatan pro orang sehat, penganggaran pro orang sehat, dan penyediaan alat dan teknologi kesehatan pro orang sehat tanpa mengabaikan pelayanan kesehatan bagi yang sakit.

Rapat Paripurna Senat Akademik Universitas Hasanuddin yang dipimpin oleh ketua Senat Akademik Unhas, Prof. Dr. Tahir Kasnawi, SU ini juga mengesahkan dan sekaligus mengukuhkan Prof. Sukri Palutturi, SKM,  M.Kes, MSc.PH, Ph.D sebagai Profesor atau Guru Besar Unhas yang ke-380.  Acara ini dihadiri oleh rektor Unhas, Prof.Dr Dwia Ariestina Pulubuhu, MA, Ketua Dewan Profesor Unhas, Prof. Abrar Salleng, MH, Dekan FKM Unhas, Prof.Dr.drg Andi Zulkifli Abdullah, M.Kes, Dekan FKM Universitas Sumatera Utara, Dekan FKM Universitas Diponegoro, Dekan FKM Universitas Tadulako, Sejumlah Guru Besar dan Dosen Unhas dan Anggota DPD RI, Ir ABD Azis Kahar serta tamu dan undangan lainnya. Merahnews.com | MMM