Kebun Raya Jompie Parepare Diresmikan, Plt Kepala LIPI: Jadikan KRJP Sebagai Perpustakaan Tumbuhan 

MERAHNEWS.COM | PAREPARE — Kebun Raya Jompie Parepare (KRJP), Kota Parepare, Sulawesi Selatan seluas 13, 5 hektar diresmikan. Kebun raya pertama di Sulawesi Selatan itu dijadikan tempat wisata dan konservasi yang berperan penting dalam melestarikan keanekaragaman tumbuhan secara ex situ.

Hadir dalam peresmian, antara lain Sekertaris Daerah Parepare, Iwan Asaad  mewakili Walikota Parepare, Plt Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto, Dirjen Bina Penataan Bangunan, Iwan Suprijanto, mewakili Kepala Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ketua Tim Penggerak PKK Erna Rasyid Taufan, Ketua DPRD Kota Parepare, Kaharuddin Kadir, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Selasa (28/11/2017).

Plt Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto yang meresmikan kebun raya tersebut mengatakan Selain di Bogor, Kebun Raya Jompie Parepare yang juga merupakan kebun raya yang berada di tengah-tengah kota. Hal tersebut kata dia berpotensi untuk memajukan Kota Parepare dengan pesat, tak hanya untuk wisata, Kebun Raya tersebut juga menjadi oksigen bagi Kota Parepare.

“Kebun Raya Jompie Parepare ini berada di tengah Kota, dia sebagai Paru-paru Kota, walaupun banyak kendaraan, Kebun raya ini sebagai sumber oksigen Kota Parepare,” jelasnya.

Bambang Subiyanto juga menjelaskan  KR Jompie ini dimanfaatkan untuk pengelompokan tanaman koleksi sesuasi dengan tema. Seperti sebagai pusat koleksi dan konservasi tumbuhan kawasan pesisir Wallacea yang meliputi keanekaragaman tumbuhan obat, adat, dan ethnobotani sulawesi selatan.

Fungsi KRJP kata dia juga untuk pendidikan,  dimana setiap koleksi memiliki informasi yang lengkap yang disajikan melalui papan interpretasi.  Koleksi tumbuhan dan kumpulan data tersebut merupakan sumber pengetahuan bagi pelajar, mahasiswa, guru peneliti dan masyarakat umum untuk mengenal lebih dalam dunia tumbuh-tumbuhan.

Baca  Presiden Jokowi Instruksikan Polri Tekan Korupsi dan Arogansi Kewenangan

“Kita harapkan, KRJP ini menjadi tempat belajar bagi mahasiswa Parepare, karena  khusus tanaman adat pasti lebih mengetahui tanaman asli daerah untuk melakukan konservasi, dan diharapkan setiap sabtu minggu pagi wisata ini sudah banyak yang kunjungi, karena tempat ini pohonnya 80 perseb mengandung air seperti berjalan dibawah menara air sangat nyaman,” harapnya.

Diketahui hingga bulan Oktober 2017 jumlah koleksi yang tetanam di KRJP adalah 48 suku, 140 marga, 164 jenis dan 707 spesimen. Sebanyak 12 suku, 15 marga, 16 jenis, dan 49 spesimen diantaranya merupakan tumbuhan endemik Sulawesi. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya  saat diidentifikasi oleh tim analisis vegetasi PKT KR-LIPI sebelum pembangunan. Merahnews.com | Riswan Basir / Megita Anastasia