Angka Kemiskinan Bulukumba Menurun

MERAHNEWS.COM | BULUKUMBA – Pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah daerah tentu memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan warganya. Hal tersebut juga menjadi salah satu indikator bahwa program kegiatan dalam pembangunan memiliki dampak terhadap penurunan angka kemiskinan.

Data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bulukumba merilis jika angka kemiskinan di Kabupaten Bulukumba secara signifikan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Perkembangan persentase penduduk miskin Kabupaten Bulukumba pada periode 2015-2017 menunjukkan kecenderungan untuk terus menurun, seperti misalnya tahun 2015 mencapai 8,15 persen, pada 2016 turun menjadi 8,06 persen dan 2017 menjadi 7,97 persen.

Saat ini jumlah warga miskin Bulukumba sebanyak 33.100 orang atau 7,97 persen dari jumlah penduduk, dimana Bulukumba menempati urutan ke-6 dari 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan setelah Makassar 4,59 persen, Sidrap 5,55 persen, Parepare 5,57 persen, Wajo 7,38 persen dan Luwu Timur 7,58 persen. Begitu pula di kawasan selatan Sulawesi Selatan, Bulukumba memiliki persentase angka kemiskinan dibanding kabupaten tetangga lainnya.

“Kita bisa melihat perbandingan penurunan angka kemiskinan Kabupaten Bulukumba dengan kabupaten di sekitarnya. Artinya pembangunan di Bulukumba berjalan dan berdampak pada penurunan kemiskinan,” ungkap Kepala BPS Bulukumba Mattaliu.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba tahun 2016 mencapai 66,46 persen atau meningkat sekitar 1,34 persen dari tahun 2015 sebesar 65,58 persen. Jika melihat data capaian IPM Bulukumba tahun 2012 sampai 2016, grafiknya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Namun, capaian tersebut masih berada di bawah capaian Provinsi Sulawesi Selatan dan Nasional. Capaian Bulukumba ini masuk pada kategori sedang.

IPM adalah indikator untuk mengukur kualitas (derajat perkembangan manusia) dari hasil pembangunan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Peningkatan IPM menjadi manifestasi dari pembangunan manusia yang ditafsirkan sebagai sebuah keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kemampuan memperluas pilihan – pilihan pada sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Baca  Baksos Katarak dan Bibir Sumbing akan Dihadiri Panglima Kosekhanudnas II

Yang menjadi catatan penting pada tahun 2016 adalah peningkatan Pertumbuhan IPM tahun 2015 yang hanya 0,52 persen menjadi  1,34 persen pada tahun 2016 atau peringkat 3 tercepat atau tertinggi dalam hal pertumbuhan IPM di Sulawesi Selatan setelah Takalar 1,38 persen dan Sinjai 1,37 persen. merahnews.com | Ayatullah