Setya Novanto Sebaiknya Menyerahkan Diri

oleh
Arqam Azikin, Setya Novanto, KPK
Arqam Azikin

Oleh Arqam Azikin

Mencermati situasi sejak kemarin malam hingga sore kemarin, keberadaan Setya Novanto belum juga ditemukan KPK. Tiba-tiba terdengar kabar bahwa mobil yang dikendarai Setya Novanto mengalami kecelakaan dan Setya Novanto sendiri harus dirawat di rumah sakit.

Terlepas dari musibah kecelakan yang menimpa Setya Novanto, sikap dan tindakannya yang terkesan  menghindari Proses Penangkapan KPK sangat tidak pantas dipertontongkan seorang SN sebagai Pejabat Negara yang semestinya patuh pada proses Hukum.

Ini contoh buruk proses politik dalam kurung waktu 20 tahun terakhir karena jabatan Ketua DPR RI ini bukan jabatan pribadi SN.  Sebaiknya 4 (empat) Pimpinan DPR segera Mengambil keputusan politik untuk menunjuk PLT Ketua DPR gantikan posisi SN.

Dengan pola prilaku politik SN seperti ini akan semakin mencoreng citra Partai Golkar dalam menghadapi proses politik pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019.

Beban negatif akan diterima Golkar semakin berlama-lama bila tidak segera mengganti Ketua Umumnya, dan memberikan peluang besar bagi partai-partai lain mendapatkan perpindahan imej positif dengan kasus korupsi berlarut-larut di SN.

Lebih tepat Golkar segera menunjuk PLT Ketua Umum dan menyiapkan Munaslub dari pada berbulan-bulan bersama situasi politik yang semakin menggerus kepercayaan masyarakat.

Seandainya SN tidak kecelakaan malam tadi, sebaiknya serahkan diri ke KPK agar proses Hukumnya segera berjalan dan tidak jadi contoh buruk bagi Generasi politik di Indonesia.

Penulis adalah Pengamat politik & Hankam / Pendiri Sekolah Kebangsaan / Dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Makassar