Pembelajaran Pengelolaan Hutan Rakyat dari Tomoni Luwu Timur

oleh

MERAHNEWS.COM | LUWU TIMUR – Konsorsium Berdaya Hijau melalui Program Berdaya Hijau, melakukan kegiatan Workshop Pembelajaran Pengelolaan Hutan Rakyat Berkelanjutan di Hotel Sikumbang Tomoni, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/10/2017).

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh 70 pengurus UMHR (Unit Manajemen Hutan Rakyat) dan Unit Usaha Kreatif (UUK) sebagai representasi kelompok perempuan yang tersebar di tujuh kecamatan di Luwu Timur, antara lain Kecamatan Mangkutana, Tomoni, Tomoni Timur, Kalaena, Angkona, Burau dan Wotu. Hadir pula 20 orang FO (field Officer) sebagai fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan UMHR/UUK selama ini.

Pada kesempatan ini dua orang mewakili pengurus UMHR, UUK menyampaikan testimoni pengalaman dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan hutan rakyat secara berkelanjutan, mulai teknik pembibitan, penanaman dan pemeliharaan tanaman kayu sengong dan jabon dan   administrasi/keuangan dan tata kelola kelompok yang berperspektif gender.

Kemudian 2 orang FO menyampaikan pengalaman pendampingan yang berperspektif gender dan secara khusus tiga orang mewakili UMHR bercerita tentang inventarisasi kayu.

“Berbagai perubahan yang dirasakan oleh pengurus UMHR/UUK dan FO, khususnya kesadaran baru masyarakat tentang pentingnya pengelolaan dan pelestarian hutan secara berkelanjutan yang bermanfaat. Bukan hanya aspek ekonomi tetapi juga aspek ekologi,” ungkap Jumardi Lanta, Project Manajer Capacity Building dari program ini.

Menurut Jumardi, saat ini pabrik kayu veneer yang difasilitasi oleh Konsorsium Berdaya Hijau sementara dibangun di Tomoni dan diharapkan sudah uji coba pada bulan Januari 2018.

“Saat ini masyarakat di tujuh kecamatan melalui UMHR sudah menyiapkan SOP penebangan dan pengangkutan, untuk mengatur proses mekanisme suplay kayu ke pabrik sesuai jatah suplay dari UMHR menurut hasil RPHRL (Rencana Pengelolaan Hutan Lestari),” katanya.

Kegiatan workshop ini rencananya berlangsung hingga Minggu, 29 Oktober 2017, yang difasilitasi oleh Fadiah Mahmud sebagai gender specialist, dan Jumardi Lanta sebagai Project Manajer Capacity Building.* merahnews.com | Wahyuch