Begini Mekanisme Pendaftaran Parpol

MERAHNEWS.COM | KUPANG – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota Legislatif masih dua tahun lagi yaitu 2019. Namun proses dan tahapannya khususnya pendaftaran dan verifikasi Partai Politik (Parpol) akan mulai berlangsung pada pertengahan oktober ini.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019, pendaftaran parpol dan penyerahan syarat serta penerimaan kelengkapan dokumen persyaratan akan berlangsung pada tanggal 3-16 Oktober 2017.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asy’ari menyebutkan, pendaftaran parpol 2019 prinsipnya dilakukan secara sentralistik. Nantinya, pengurus parpol tingkat pusat menyerahkan dokumen persyaratan kepada KPU.

“Pada dasarnya, semua parpol yg berkehendak menjadi peserta pemilu hukumnya wajib mendaftar ke KPU. Mekanismenya ialah menyerahkan dokumen pendaftaran parpol yang ditanda tangani ketua dan sekretaris jenderal (sekjen) parpol atau sebutan lain kepada KPU RI,” ujar Hasyim dalam Rapat Pimpinan KPU RI dengan KPU provinsi/KIP Aceh seluruh Indonesia dengan tema Mewujudkan Pemilihan Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019 yang Berkualitas Melalui Konsolidasi Organisasi, 12-15 September 2017, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Hasyim, Saat pengurus parpol tingkat pusat mendaftar ke KPU RI, di saat yang sama, pengurus parpol tingkat kabupaten/kota menyerahkan dokumen data anggota kepada KPU di level yang sama. Pada saat itu, KPU kabupaten/kota akan menerima data anggota berupa foto copy Kartu Tanda Anggota (KTA) dan KTP elektronik.

“KPU provinsi pada proses ini tidak menerima berkas atau dokumen apapun dari paprol. KPU provinsi dalam rancangan Peraturan KPU soal verifikasi parpol, hanya menjalankan supervisi dan monitoring. Quality control dijalankan oleh provinsi terhadap KPU kabupaten/kota,” jelas Hasyim sebagaimana dikutip dari laman resmi KPU RI.

Baca  5060 Maba Unhas Mengikuti Balance 2017

Setelah proses pendaftaran ytambah Hasyim, KPU akan melakukan penelitian administrasi dan memverifikasi persyaratan peserta pemilu. Verifikasi yang dilakukan, tambah Hasyim, ialah mengecek langsung kesesuaian berkas dengan fakta di lapangan terhadap kepengurusan dan kantor sekretariat parpol secara menyeluruh.

“Untuk verifikasi faktual keanggotaan parpol, kita akan menggunakan metode ilmiah sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, yakni metode sensus dan sampel acak sederhana,” kata Hasyim.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas kata Hasyim, pihak KPU juga akan menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) dalam tahapan verifikasi parpol. Dengan sistem ini, parpol wajib melakukan input data pemenuhan syarat pendaftaran sebagai calon peserta pemilu’tegas Hasyim.

Hasyim menambahkan, sebelum mendaftar ke KPU maka Parpol harus mengisi data persyaratan ke dalam SIPOL. Maka, data yang sudah di-input ke dalam SIPOL itu lah yang kemudian dicetak (di-print) untuk dijadikan dokumen persyaratan ketika parpol mendaftar ke KPU.

“Dengan begitu penggunaan SIPOL dalam pendaftaran peserta pemilu menjadi wajib bagi parpol,” tegas Hasyim.

Rapat pimpinan KPU RI dan KPU Provinsi yang berlangsung di Kupang ini juga membahas isu-isu strategis lainnya yakni tahapan Pemilihan 2018 dan Pemilu 2019 yang berhimpitan seperti pemutakhiran data pemilih, pembentukan badan ad hoc Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang beririsan, serta penataan daerah pemilihan (dapil) Pemilu Tahun 2019. Merahnews.com | Muh Arib