Begini Tata Cara Baru Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator, Pengawas dan Fungsional

MERAHNEWS.COM | JAKARTA —  Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana sebagaimana dikutip dari laman resmi Sekretaris Negara  telah menandatangani Peraturan Kepala (Perka) Badan Kepegawaian Negara Nomor: 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Pimpinan Tinggi pada tanggal 15 Juli 2017. Itu artinya, pelaksanaan dan tatacara pelantkan dan pengambilan Sumpah Jabatan akan berlangsung secara seragam di seluruh Indonesia.

Dalam lampiran Perka itu disebutkan, setiap PNS yang diangkat menjadi pejabat administrator dan pejabat  pengawas wajib dilantik dan mengangkat sumpah/janji jabatan menurut agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk itu, PNS yang akan dilantik dan diangkat sumpah/janji Jabatan sebagaimana dimaksud, diundang secara tertulis paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan.

Perka ini juga menegaskan, bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Jabatan administrator dan Jabatan pengawas dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak keputusan pengangkatannya ditetapkan.

Selain itu, Perka ini juga mengatur bahwa, Sumpah/janji Jabatan administrator dan Jabatan pengawas diambil oleh PPK di lingkungannya masing-masing. PPK sebagaimana dimaksud dapat menunjuk pejabat lain di lingkungannya untuk mengambil sumpah/janji Jabatan.

Adapun bunyi sumpah/janji jabatan untuk administrator dan pengawas adalah sebagai berikut:

Demi Allah, saya bersumpah: bahwa saya, akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara;

Bahwa saya dalam menjalankan jugas Jabatan, akan menjunjung etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh rasa tanggung jawab; bahwa saya, akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela.

Untuk mereka yang beragama non muslim kata di awal sumpah, “Demi Allah…” disesuai dengan agama masing-masing.

Baca  Prof Musakkir: Polisi Penyidik Harus Profesional dan Independen

Adapun dalam hal PNS berkeberatan untuk mengucapkan sumpah karena keyakinan tentang agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut Perka BKN ini, PNS yang bersangkutan mengucapkan janji jabatan.

“Dalam hal seorang PNS mengucapkan janji Jabatan sebagaimana dimaksud, maka kalimat Demi Allah, saya bersumpah diganti dengan kalimat: Demi Tuhan Yang Maha Esa, saya menyatakan dan berjanji dengan sungguh-sungguh,” bunyi Perka BKN ini.

Menurut Perka BKN ini, setiap pengambilan sumpah/janji Jabatan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh pejabat yang mengambil sumpah/janji Jabatan, PNS yang mengangkat sumpah/janji Jabatan, dan saksi.

Adapun susunan acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan, menurut Perka BKN ini, paling kurang memuat:

a. menyanyikan dan/atau mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya;

b. pembacaan Surat Keputusan Pengangkatan dalam Jabatan;

c. pembacaan naskah pelantikan; d. pengambilan sumpah/janji jabatan;

e. penandatanganan berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah /janji jabatan.

Perka ini juga mengatur, setiap PNS yang diangkat menjadi pejabat fungsional wajib dilantik dan mengangkat sumpah/janji Jabatan menurut agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelantikan dan pengangkatan sumpah/janji Jabatan, menurut Perka BKN ini, juga dilakukan terhadap PNS yang diangkat menjadi pejabat fungsional, melalui pengangkatan pertama, perpindahan dari jabatan lain, dan penyesuaian/inpasing, atau terhadap PNS yang mengalami kenaikan jenjang Jabatan fungsional. MERAHNEWS.COM | MMM

 

 

Satu tanggapan untuk “Begini Tata Cara Baru Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator, Pengawas dan Fungsional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.