Jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia Capai 4.500

MERAHNEWS.COM | MAKASSAR — Jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia kini mencapai 4.500 baik megeri mauapun swasta. Dari 4.500 perguruan tinggi tersebut, 120 diantaranya berstatus sebagai universitas negeri dan 160 diantaranya merupakan Politeknik.

Hal tersebut diungkapakan Staf Ahli Menteri Bidang Relevansi dan Produktivitas, Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng saat membacakan sambutan  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam pembukaan The 4th Trilateral University Roundtable Meeting (TURM) di Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa, (11/7/ 2017).

“Di Indonesia saat ini terdapat sekitar 4.500 universitas, baik negeri maupun swasta. Terdapat 120 universitas negeri dan 160 politeknik yang ditujukan untuk mendukung dan mengembangkan perekonomian dan daya saing nasional. Seluruh perguruan tinggi ini perlu berkolaborasi dan membangun kerjasama dengan berbagai mitra nasional dan global,” Ujar  Dr Agus.

Dr Agus menambahkan, Indonesia membutuhkan tenaga kerja berkehalian menengah dan tinggi untuk memenuhi berbagai program pembangunan, terutama dalam menghadapi era ASEAN Economic Community.

Selain dalam bidang energi baru dan terbarukan kata Agus, Indonesia juga merencanakan untuk menjadi bagian dari poros maritim dunia, khususnya di Asia Tenggara. Indonesia juga terus mengembangkan program-program jangka menengah dan jangka panjang dalam bidang ICT, infrastruktur, pertanian, pertahanan dan keamanan, kesehatan dan obat-obatan, rekayasa nuklir, pariwisata, dan juga program-program sosial humaniora.

Untuk itu kata Agus, komunitas pendidikan tinggi, baik universitas maupun politeknik, menjadi sangat strategis di Indonesia.

Agus mengaku, Kementerian Ristek Dikti saat ini mengkoordinasikan tujuh lembaga pemerintah non kementerian dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi, termasuk Badan Pengembangan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), yang saat ini membuka diri untuk kerjasama program-program riset, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai entitas di dalam negeri dan luar negeri.

Baca  UNHAS Hutan Kota Makassar

“Untuk itu, inisiatif yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam kerangka Trilateral University Roundtable Meeting ini sangat kami sambut. Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Hasanuddin yang telah mempersiapkan dan melaksanakan acara ini dengan sangat baik,” kata Agus.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, menjelaskan secara singkat latar belakang kerja sama dalam kerangka TURM.

“Banyak perguruan tinggi yang secara geografis berdekatan. Di Kawasan Timur Indonesia, kita memiliki konsorsium perguruan tinggi negeri yang terdiri atas 26 universitas. Ini adalah potensi kerjasama untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang besar. Belum lagi perguruan tinggi yang dikelola swasta,” kata Prof. Dwia.

Prof Dwia berharap, diskusi trilateral university Roundtable Meeting ke-4 ini akan melahirkan ide-ide baru, best practice, studi kasus dan program riset yang  berguna bagi kerjasama perguruan tinggi yang berasal dari tiga negara yaitu Indonesia, Australia dan Timor Leste. MERAHNEWS.COM | MUL 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.