Menristekdikti : Pendidikan Agama Penting Untuk Memperkuat Indonesia

MERAHNEWS.OM | MAKASSAR — Berdasarkan fakta sejarah lahirnya Pancasila, UUD 1945 dan Kebhinekaan Bangsa Indonesia maka pembelajaran Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Agama di perguruan tinggi menjadi sangat penting. Pemahaman agama seyogyanya memperkuat bangsa Indonesia. Bukannya untuk memperkuat kelompok diri’

Hal tersebut ditegaskan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohammad Nasir, Ph.D saat memberikan sambutan pada acara Deklarasi Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) untuk mendukung dan menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Aula Prof Amiruddin Kampus Unhas Tamalanrea Makassar, Jumat (16/6/2017).

Oleh karena itu, Prof. Moh Nasir meminta kepada 29 Rektor PTN yang tergabung dalam KPTN-KTI serta seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia untuk tidak menawarkan matakuliah pendidikan Agama di awal semester melainkan di akhir semester yaitu Semester 7 (tujuh) sehingga tidak ada lagi asistensi agama yang dilakukan oleh para mahasiswa.

“Dengan menempatkan matakuliah agama di akhir semester maka kristalisasi ilmu pengetahuan yang dimiliki akan lebih baik lagi” tegas Moh Nasir.

Pimpinan PTN-KTI, Dosen dan Mahasiswa yang menghadiri acara Deklarasi Menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Aula Prof Amiruddin kampus Unhas Tamalanrea Makassar, Jumat (16/6/2017). | MERAHNEWS.COM – MUL

Dalam kesempatan itu, Menristekdikti juga berharap agar Deklarasi yang disampaikan oleh 29 Pimpinan PTN di Kawasan Timur tersebut tidak hanya diucapkan lewat lisan saja melainkan juga diwujudkan dalam bentuk prilaku.

“Kita harus betul-betul memahami dan menerima perbedaan. Untuk itu kita harus senantiasa menanamkan pemahaman dan pengamalan semboyan Bhineka tunggal Ika kepada Mahasiswa, Dosen dan seluruh Civitas Akademika sehingga perguruan tinggi bisa benar-benar berperan sebagai Agent of Change atau agen pembaruan di bidang ilmu pengetahuan” tandas Prof Moh Nasir.

Baca  Usai Deklarasi, Menristekdikti, Wakapolri dan Rektor PTN-KTI Selfi Bersama. Ini Foto-Fotonya

Di akhir sambutannya, Menristekdikti  meminta Unhas sebagai universitas tertua, paling berkembang dan paling banyak sumberdaya Dosen dan mahasiswanya untuk senantiasa melakukan Resouce-Sharing dengan perguruan tinggi lainnya di Kawasan Timur Indonesia demi meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan bangsa Indonesia.

Deklarasi 29 Pimpunan Pergruan Tinggi Negeri (PTN) di Kawasan Timur Indonesia untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika juga dihadiri oleh wakapolri Komnjen Pol. Drs. Syafruddin, M.Si, para Rektor PTN dan PTS di Kawasan Timur Indonesia, Dosen dan Mahasiswa Unhas. MERAHNEWS.COM | MUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.